Ma'had al-jami’ah Berpartisipasi dalam Forum Bahtsul Masail Pesantren (FBMP) se-Pulau Lombok bersama LBM PWNU NTB
Ma'had al-jami’ah Berpartisipasi dalam Forum Bahtsul Masail Pesantren (FBMP) se-Pulau Lombok bersama LBM PWNU NTB
Lombok Barat, Ahad, 24 Mei 2026
Forum Bahtsul Masail Pesantren (FBMP) se-Pulau Lombok bersama LBM PWNU NTB menyelenggarakan Bahtsul Masail regional di Ponpes Al-Irsyad Nahdlatul Ulum Gegutu Reban, Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, pada Ahad, 24 Mei 2026. Acara dibuka pukul 09.00 WITA dan dihadiri para undangan, mushahhih, muharrir, moderator, serta peserta dari berbagai pesantren se-Pulau Lombok. Sambutan atas nama Ketua Tanfidziyah PWNU NTB disampaikan oleh Prof. Dr. TGH Masnun Tahir, M.Ag.
Turut mengambil bagian dalam forum ini, Ma’had Al-Jāmi‘ah UIN Mataram sebagai bentuk keterlibatan aktif perguruan tinggi Islam dalam tradisi bahtsul masail pesantren.
Forum ini menjadi ruang penting bagi berlangsungnya dialektika keilmuan Islam yang hidup. Tradisi pesantren tidak ditempatkan hanya sebagai penjaga turats, melainkan juga sebagai medium intelektual yang terus bergerak membaca realitas sosial dan merumuskan jawaban keagamaan secara kontekstual.
Dalam sambutannya atas nama Ketua Tanfidziyah PWNU NTB, Prof. Dr. TGH Masnun Tahir, M.Ag. menegaskan bahwa Bahtsul Masail ini merupakan wujud nyata dari hifzul 'aql — penjagaan dan pengembangan akal sebagai salah satu dari lima tujuan pokok syariat (maqāṣid al-syarī'ah) — sekaligus pengamalan prinsip mudzakarah dalam tradisi keilmuan Islam. Beliau mengutip salah satu syair:
حَيَاةُ الْعِلْمِ بِالْمُذَاكَرَةِ، وَبِهَا يَثْبُتُ فِي الصَّدْرِ
"Hidupnya ilmu itu dengan cara didiskusikan (mudzakarah), dan dengan cara itulah ilmu akan menancap kuat di dalam dada."
Ungkapan di atas menekankan pentingnya forum seperti bahtsul masail dalam menjaga warisan para ulama. Partisipasi perdana Ma’had Al-Jāmi‘ah UIN Mataram dalam Forum semacam ini sebagai ikhtiyar untuk memadukan Pendidikan Tinggi dan Pesantren. Alhasil Ma’had Al-Jāmi‘ah bisa melahirkan ULAMA YANG INTELEKTUAL PROFESIONAL dan INTELEK PROFESIONAL YANG ULAMA.