MENEMUKAN KEDAMAIAN DALAM BERIBADAH

Acara Kajian Rutin BERAMAL (Berkah Ramadhan Bil Jamiah) Mahad al-Jamiah UIN Mataram,  kali ini di rangkai dengan acara simaan terakhir 1 orang mahasantri dan 2 orang mahasantriwati yang telah menyelesaikan hafalan al-Qu’an 30 juz.  membahas tema tentang  "Meraih Kedamaian Dalam Beribadah", acara ini diisi oleh Dr. Emawati, M.Ag. yang berlangsung pada hari Selasa,17 Ramadhan 1446 H bertepatan dengan 17 Maret 2025 di masjid Mahad al-Jamiah UIN Mataram. Acara ini di hadiri oleh seluruh mahasantri, pengurus serta wali dari mahasantri yang simaan terakhir.

Dalam ceramahnya, Dr. Emawati, M.Ag. menyampaiakan bahwa Kedamaian adalah sebuah kondisi yang dicari oleh setiap manusia. Dalam konteks spiritual, kedamaian tidak hanya berarti ketiadaan konflik, tetapi juga mencakup ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Salah satu jalan utama menuju kedamaian tersebut adalah dengan beribadah kepada Allah SWT. Ibadah bukan hanya sekadar kewajiban yang harus dilaksanakan, tetapi juga merupakan kebutuhan mendasar manusia untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Beliau mengaitkan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 153:"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Ayat ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap tantangan hidup, salat dan kesabaran adalah kunci untuk mendapatkan pertolongan Allah dan ketenangan batin. Salat, sebagai bentuk ibadah langsung kepada Allah, menjadi sarana untuk mencurahkan segala keluh kesah dan memohon kekuatan dari-Nya.

Selain itu, QS. Al-Fatihah ayat 1-7, yang selalu dibaca dalam setiap rakaat salat, juga menjadi petunjuk penting dalam menemukan kedamaian. Ayat ini mengajarkan kita untuk memulai setiap doa dengan memuji Allah, mengingat rahmat-Nya, dan memohon petunjuk-Nya.
"Tunjukilah kami jalan yang lurus," (QS. Al-Fatihah: 6) adalah permohonan kepada Allah agar kita senantiasa berada di jalan yang membawa kepada ketenangan dan kebahagiaan sejati.

Dengan menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban, kita akan merasakan kedamaian sejati. Ingatlah bahwa kedamaian bukanlah sesuatu yang perlu dicari jauh di luar sana, melainkan ada di dalam hati yang senantiasa berhubungan dengan Allah. Sebelum ditutup Dr. Emawati, M.Ag. mendoakan kita semua agar dapat merasakan ketenangan hati melalui ibadah kepada-Nya. Aamiin. @Dahlia Himayana, S.Pd.