Menggapai Derajat Taqwa: Kajian BERAMAL ( Berkah Ramadhan bil Jamiah ) di Mahad al-Jamiah UIN Mataram Penuh Hikmah
Mataram, 11 Ramadhan 1446 H atau yang bertepatan dengan hari Senin, 11 Maret 2025, Mahad al-Jamiah UIN Mataram telah sukses menyelenggarakan kegiatan BERAMAL (Berkah Ramadhan Bil Jamiah) sebagai bagian dari rangkaian acara dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mengajak para peserta untuk menggapai derajat taqwa melalui berbagai ibadah dan kajian keagamaan.
Acara ini dimulai dengan sholat Asar berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Rotibul haddad dan Tadarrus bersama, kemudian di lanjutkan dengan acara simaan terakhir Mahasantri Mahad al-Jamiah yang di pandu langsung oleh Ustadzah Dahlia Himayana. Adapun Mahasantri yang simaan terakhir atas nama Sayyid Haidar al-Hasni, Febrianti Salsabila, dan Suniati. Puncak acara adalah kajian utama yang disampaikan oleh Ustadz Sudi Yahya Husein, MA., seorang dosen dan ulama terkemuka, dengan tema “Menggapai Derajat Taqwa di Bulan Ramadhan”. Dalam kajiannya, beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang penuh berkah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan spiritualitas, serta menguatkan hubungan dengan Allah SWT.
Selain bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman, kajian inI juga menjadi wadah bagi Mahasantri untuk lebih mendalami ajaran agama islam serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kampus. Diharapkan, melalui kajian BERAMAL ( Berkah Ramadhan bil Jamiah ) ini, para peserta tidak hanya memperoleh ilmu yang bermanfaat tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kajian ini, para peserta semakin memahami bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek ibadah maupun akhlak. Dengan terus menjalani ibadah secara istiqamah, setiap Muslim dapat meraih derajat ketakwaan yang lebih tinggi serta mendapatkan keberkahan hidup, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi sepanjang hayat.Ustadz Sudi Yahya Husein, MA. menjelaskan bahwa taqwa bukan hanya sekadar menjalankan ibadah secara ritual, tetapi juga mencerminkan ketundukan hati kepada Allah SWT dalam segala aspek kehidupan. Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183).
Lebih lanjut, beliau menyampaikan materi dengan cara menjelaskan di papan tulis kemudian beliau menafsirkan ayat Al- Qur’an di atas dimana (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا) adalah kata untuk memanggil. Ayat ini dimulai dengan panggilan kepada orang-orang yang beriman, menunjukkan bahwa perintah puasa ini khusus ditujukan kepada mereka yang telah mengikrarkan keimanan. Ini menegaskan bahwa puasa adalah ibadah yang erat kaitannya dengan keimanan dan selanjutnya (كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ). Kata "كُتِبَ" (diwajibkan) menunjukkan bahwa puasa adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Kewajiban ini bersifat pasti dan tidak boleh diabaikan. Kemudian (كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ), dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa puasa juga telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW. Ini menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah yang universal dan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Dan terakhir (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) bermakna tujuan utama dari puasa adalah untuk mencapai ketakwaan (تَتَّقُونَ). Takwa berarti menjaga diri dari segala bentuk dosa dan maksiat, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah. Puasa melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan kesabaran, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Kesimpulannya adalah ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah kewajiban yang diatur oleh Allah untuk umat Islam, dengan tujuan utama untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Takwa ini tercapai melalui pengendalian diri, disiplin, dan peningkatan ibadah serta kedekatan dengan Allah.
Kegiatan BERAMAL ini disambut dengan antusias oleh para Mahasantri Mahad al-Jamiah UIN Mataram yang mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Selama acara berlangsung, suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan terasa di lingkungan Ma'had, mencerminkan semangat ibadah yang tinggi di bulan Ramadhan.
Acara BERAMAL ( Berkah Ramadhan bil Jamiah ) ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan mencapai derajat taqwa yang lebih tinggi. Dengan berakhirnya sesi kajian ini, diharapkan semangat dalam beribadah tidak hanya bertahan selama bulan Ramadhan, tetapi juga terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya.
@Putri Adekayanti