Muhadaroh ‘Ammah Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram: Menguatkan Kesadaran Ekologis melalui Refleksi Ayat-Ayat Kauniyah
Muhadaroh ‘Ammah Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram: Menguatkan Kesadaran Ekologis melalui Refleksi Ayat-Ayat Kauniyah
Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram kembali menyelenggarakan kegiatan akademik dan spiritual bertajuk Muhadaroh ‘Ammah Tahun Pengajian 2025/2026 dengan mengusung tema “Ekoteologi Qur’ani: Refleksi Ayat-Ayat Kauniyah Tentang Alam.” Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Mataram dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, pengurus Ma’had, mahasantri, serta tamu undangan dari berbagai unsur akademik. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Ma’had Al-Jami’ah dalam membangun tradisi intelektual Islam yang integratif, yaitu menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan persoalan sosial dan lingkungan hidup kontemporer.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi yang menghadirkan suasana religius dan khidmat di tengah seluruh peserta yang hadir. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa manusia dan alam merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT yang saling terhubung dalam tatanan kehidupan yang harmonis. Pembacaan ayat suci tersebut sekaligus menjadi pengantar yang relevan terhadap tema besar kegiatan yang menekankan pentingnya refleksi terhadap ayat-ayat kauniyah sebagai dasar kesadaran ekologis dalam Islam.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Ma’had Al-Jami’ah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa, tetapi juga sebagai ruang pengembangan wawasan keilmuan yang responsif terhadap tantangan zaman. Menurutnya, isu kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan krisis ekologis merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan pendekatan keagamaan sebagai landasan moral dan etis.
Beliau juga menyampaikan bahwa konsep ekoteologi Qur’ani menjadi penting untuk dikaji karena Al-Qur’an telah memberikan banyak petunjuk mengenai hubungan manusia dengan alam semesta. Dalam perspektif Islam, manusia diposisikan sebagai khalifah fil ardh yang memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan Muhadaroh ‘Ammah ini diharapkan dapat memperluas cakrawala berpikir mahasantri agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian ekologis dalam kehidupan sehari-hari.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor UIN Mataram. Dalam pidatonya, beliau memberikan apresiasi kepada Ma’had Al-Jami’ah atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Rektor menekankan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab besar dalam membangun paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran moral dan tanggung jawab sosial.
Beliau menjelaskan bahwa berbagai persoalan ekologis yang terjadi dewasa ini, seperti pencemaran lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, hingga perubahan iklim global, pada hakikatnya berakar dari krisis etika manusia terhadap alam. Karena itu, refleksi terhadap ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an perlu terus dikembangkan sebagai pendekatan akademik sekaligus spiritual dalam membangun budaya ramah lingkungan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada narasumber, panitia kegiatan kemudian melaksanakan penyerahan cinderamata. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan menjadi simbol penghargaan atas kontribusi keilmuan yang diberikan dalam kegiatan Muhadaroh ‘Ammah tersebut. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai penutup rangkaian seremoni pembukaan.
Memasuki acara inti, kegiatan Muhadaroh ‘Ammah dipandu oleh Saiful Rizal, M.Pd. selaku moderator. Dengan suasana dialogis dan akademis, beliau mengarahkan jalannya forum sehingga peserta dapat mengikuti pemaparan materi secara sistematis dan interaktif.
Pada sesi utama, narasumber Dr. KH. Musta'in Syafi'i, M.Ag. menyampaikan materi mengenai pentingnya memahami konsep ekoteologi dalam perspektif Al-Qur’an. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan keseimbangan alam dan keberlanjutan kehidupan. Banyak ayat Al-Qur’an yang menggambarkan fenomena alam sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah SWT sekaligus sebagai media pembelajaran bagi manusia untuk berpikir, merenung, dan menjaga ciptaan-Nya.
Beliau menuturkan bahwa ayat-ayat kauniyah tidak hanya berfungsi sebagai objek bacaan spiritual, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang mendorong lahirnya kesadaran ilmiah dan ekologis. Alam semesta dipandang sebagai manifestasi kebesaran Tuhan yang harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, eksploitasi lingkungan secara berlebihan merupakan bentuk pengingkaran terhadap amanah kekhalifahan manusia di muka bumi.
Dalam penjelasannya, beliau juga mengaitkan konsep ekoteologi Qur’ani dengan realitas sosial masyarakat modern. Menurutnya, krisis lingkungan yang terjadi saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi dan kebijakan semata, tetapi juga membutuhkan transformasi nilai dan kesadaran spiritual. Agama memiliki peran penting dalam membangun etika lingkungan karena mampu menanamkan nilai tanggung jawab, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap seluruh makhluk hidup.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Hal ini terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi dialog berlangsung. Banyak mahasantri yang menyoroti pentingnya penerapan nilai-nilai ekologis di lingkungan kampus, pesantren, dan masyarakat sebagai bentuk implementasi nyata dari ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.
Melalui penyelenggaraan Muhadaroh ‘Ammah ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram berharap dapat melahirkan generasi intelektual muslim yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Tema ekoteologi Qur’ani diharapkan menjadi refleksi bersama bahwa menjaga alam merupakan bagian integral dari pengamalan ajaran Islam serta tanggung jawab moral seluruh umat manusia demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.