MUHADHARAH AMMAH

“Memanfaatkan AI Untuk Meningkatkan Dakwah Islamiah yang Berakhlak Al-Karimah”

Mataram, 24 Februari 2025, Mahad Al-Jami'ah UIN Mataram sukses menyelenggarakan Muhadharah 'Ammah dengan tema "Memanfaatkan AI untuk Meningkatkan Kualitas Dakwah Islamiyah yang Berakhlaq Al-Karimah". Acara ini dihadiri oleh Mudabbir, mahasantri dan alumni Mahad al-Jamiah UIN Mataram. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung dakwah Islam yang santun dan beretika.

 Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WITA dan dihadiri oleh Rektor kegiatan ini diadakan setiap awal semester untuk meningkatkan wawasan mahasantri dan keluarga besar mahad al-jamiah UIN Mataram secara umum guna meningkatkan keterampilan berdakwah  dengan memanfaatkan teknologi,  memicu pemikiran kritis, kreatif dan inovatif, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan menulis dan menyusun materi. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter kepemimpinan di kalangan mahasantri.

Acara dibuka dengan sambutan pertama oleh Kepala Mahad Al-Jami'ah, Drs. TGH. L. Ahmad Busyairi, M.A. Beliau menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam era digital, khususnya dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin. "AI bukan hanya alat, tetapi juga sarana untuk memperluas jangkauan dakwah dengan tetap menjaga akhlak Al-Karimah," ujarnya.

Disamping itu beliau juga menyampaikan bahwa dakwah memiliki banyak macam cara, dan saat ini, salah satu cara dakwah yang lebih efektif adalah melalui media sosial (medsos), contohnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk nilai-nilai dakwah yang baik.

Sambutan kedua seklaigus membuka acara disampaikan oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. Beliau menyoroti potensi besar AI dalam memudahkan proses pembelajaran dan penyebaran ilmu agama. Selain itu juga, beliau menyoroti kesuksesan Mahad membranding Mahad al Jamiah di Masyarakat luas. "Saat ini Mahad al Jamiah sangat diminati, bahkan banyak masyarakat justru bertanya bagaimana masuk Mahad", tuturnya.

Bapak Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun Thahir M. Ag. juga dalam sambutannya, menyampaikan bahwa setiap tempat dapat menjadi sekolah, dan eksistensi suatu kaum dapat dilihat dari akhlak mereka. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga akhlak dalam segala hal, termasuk dalam menyebarkan dakwah melalui teknologi. Ini adalah bukti kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan. Mahad harus terus berinovasi untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pendidikan di Mahad al-Jami'ah.

Pemateri utama pada kegiatan ini yakni Dr. H. M. Faisol Fatawi, M. Ag. Selaku Dekan Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan bahwa inovasi dari kecerdasan buatan (AI) sudah tidak bisa dibendung lagi. Inovasi dalam bidang teknologi ini dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk memanfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya, namun tetap dengan menjaga akhlak al-karimah dalam setiap tindakan dan dakwah yang kita lakukan.

Narasumber Utama, Dr. Faisol Fatawi, Dekan Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang, memaparkan berbagai inovasi AI yang dapat dimanfaatkan dalam dakwah, seperti chatbot penjawab pertanyaan keagamaan, platform pembelajaran Al-Qur'an berbasis AI, dan analisis data untuk memahami kebutuhan umat. "Peran AI saat ini bukan sekadar fiksi ilmiah, tetapi kenyataan yang melibatkan persaingan global di berbagai sektor mulai ekonomi, militer, hingga informasi ," jelasnya.

Acara ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UIN Mataram dan Mahad Al-Jami'ah untuk terus mengembangkan pendekatan modern dalam dakwah, tanpa melupakan nilai-nilai akhlakul karimah yang menjadi fondasi utama.

Acara berjalan lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Sendi Hasta Juniarta, salah satu mahasantri aktif  Mahad al- Jamiah mengajukan pertanyaan “Apa hikmah adanya AI ini, yang manfaatnya bisa mengefisiensi waktu dalam pekerjaan manusia, namun disisi lain membuat terlena manusia dan malas untuk befikir?”. Narasumber utama langsung merespon pertanyaan dengan jawaban jawaban “ Allah menciptakan sesuatu kepada manusia itu sejatinya untuk kebaikan manusia itu sendiri dan pada akhirnya bagaimana manusia menyikapinya, apakah dipergunakan untuk hal yang baik atau buruk”. Begitu respon beliau terhadap pertanyaan salah satu mahasantri tersebut sambil dilanjutkan dengan penjabaran lebih lanjut.

Diharapkan melalui kegiatan ini, para peserta dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak dalam meningkatkan kegiatan dakwah Islamiah yang berakhlak al-Karimah.